Pasca Dikukuhkan, DPP GMNI 2025–2028 Teguhkan Komitmen Ideologi di Makam Bung Karno

- Jurnalis

Kamis, 18 Desember 2025 - 18:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus DPP GMNI 2025–2028 melakukan Ziarah Kebangsaan ke Makam Bung Karno di Blitar, Kamis (18/12/2025).

Pengurus DPP GMNI 2025–2028 melakukan Ziarah Kebangsaan ke Makam Bung Karno di Blitar, Kamis (18/12/2025).

BLITAR — Seluruh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) periode 2025–2028 resmi memulai langkah perjuangannya dengan melakukan Ziarah Kebangsaan. Kegiatan ini berpusat di Makam Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno, di Blitar, Jawa Timur, pada Kamis (18/12/2025).

​Setelah melaksanakan doa bersama yang khidmat, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan napak tilas sejarah di Museum Bung Karno. Agenda ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial bagi DPP GMNI untuk memperkuat landasan ideologis organisasi di awal masa jabatan mereka.

​Menghidupkan Kembali Nilai Marhaenisme

​Ketua Umum DPP GMNI, Muhammad Risyad Fahlefi, menegaskan bahwa ziarah dan napak tilas ini merupakan pijakan awal yang fundamental. Menurutnya, setiap langkah kebijakan GMNI ke depan harus bersumber dari pemikiran besar Sang Fajar, terutama ajaran Marhaenisme.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​“Ziarah dan napak tilas ini adalah ikhtiar ideologis untuk memastikan GMNI tetap berpijak pada ajaran Bung Karno. Marhaenisme harus terus dihidupkan dan diwujudkan dalam kerja-kerja nyata yang berpihak kepada rakyat,” ujar Risyad di sela-sela kegiatan.

​Menjawab Tantangan Zaman dan Krisis Ekologis

​Di bawah kepemimpinan baru periode 2025–2028, GMNI dihadapkan pada realitas bangsa yang kompleks. Risyad memaparkan bahwa organisasi mahasiswa berlambang banteng ini memikul tanggung jawab sejarah untuk merespons berbagai persoalan mendasar yang melanda Indonesia saat ini.

​Beberapa isu krusial yang menjadi sorotan DPP GMNI meliputi:

  • Ketimpangan Sosial: Mempersempit jurang ekonomi di masyarakat.
  • Krisis Ekologis: Menghadapi ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang berdampak pada rakyat kecil.
  • Kedaulatan Ekonomi: Mendorong kemandirian ekonomi nasional di tengah arus globalisasi.

​“Bung Karno mewariskan kepada kita keberanian berpikir dan keberpihakan yang tegas kepada kaum tertindas. GMNI ke depan harus hadir sebagai kekuatan intelektual dan moral yang mampu mengawal cita-cita kemerdekaan sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945,” tegas Risyad dengan penuh semangat.

​Persatuan Sebagai Fondasi Perjuangan GMNI

​Menutup rangkaian kegiatan di Blitar, DPP GMNI menekankan pentingnya soliditas internal. Risyad mengingatkan para kader bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada gagasan, tetapi pada persatuan yang kokoh.

​Ia mengutip pesan legendaris Bung Karno, “Kuat karena bersatu dan bersatu karena kuat”. Pesan ini dianggap relevan untuk menjaga marwah organisasi agar tidak terpecah oleh kepentingan pragmatis.

​“GMNI hanya akan mampu menjalankan peran sejarahnya apabila seluruh kader menempatkan persatuan sebagai fondasi utama perjuangan, melampaui kepentingan pribadi maupun golongan,” pungkasnya.

​Dengan berakhirnya agenda di Blitar, DPP GMNI 2025–2028 bersiap untuk melaksanakan program-program strategis nasional yang berfokus pada advokasi rakyat dan pengembangan intelektual kader di seluruh pelosok Indonesia.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PSEL Bekasi Mulai Konstruksi Maret 2026, Danantara Umumkan Pemenang Tender Februari
Kejaksaan Agung RI Selamatkan Rp24,7 Triliun Uang Negara Sepanjang Tahun 2025
Menkeu Purbaya Pastikan TKD Bencana Sumatera Utuh Senilai Rp10,6 Triliun
Sekjend PB IKA PMII Tekankan Peran Strategis Alumni di Kota Bekasi
OJK Beberkan Pemicu Utama Kebangkrutan BPR dan BPRS
Pasien Suspek Superflu Meninggal di RSHS Bandung, Kemenkes Kecolongan
BNPB Rilis Data 1.177 Korban Meninggal Akibat Bencana di Sumatera
Said Iqbal Soroti Upah Buruh Jakarta Kalah dari Bekasi

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 15:03 WIB

PSEL Bekasi Mulai Konstruksi Maret 2026, Danantara Umumkan Pemenang Tender Februari

Rabu, 21 Januari 2026 - 04:44 WIB

Kejaksaan Agung RI Selamatkan Rp24,7 Triliun Uang Negara Sepanjang Tahun 2025

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:16 WIB

Menkeu Purbaya Pastikan TKD Bencana Sumatera Utuh Senilai Rp10,6 Triliun

Jumat, 9 Januari 2026 - 20:24 WIB

Sekjend PB IKA PMII Tekankan Peran Strategis Alumni di Kota Bekasi

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:29 WIB

OJK Beberkan Pemicu Utama Kebangkrutan BPR dan BPRS

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca