BEKASI – Rumah Sakit Karunia Kasih Jatiwaringin, Kota Bekasi, terus menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Kali ini, rumah sakit tersebut berkolaborasi dengan PLN Electricity Services (PLN ES) melalui program tanggung jawab sosial (CSR) bertajuk Gerakan Srikandi PLN ES 2025.
Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk menggalakkan program pencegahan stunting di Kota Bekasi, khususnya bagi warga yang berdomisili di wilayah Kecamatan Pondokgede dan sekitarnya.
Sinergi Menekan Angka Stunting dan Kematian Balita
Langkah ini sejalan dengan agenda prioritas Pemerintah Pusat dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang tengah menggencarkan intervensi kesehatan dasar terintegrasi. Tujuannya jelas: menekan angka prevalensi stunting secara nasional serta menurunkan risiko kematian pada balita.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur RS Karunia Kasih Jatiwaringin, dr. Keithy Dorothy, MARS, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan aksi nyata dalam memberikan dukungan nutrisi bagi mereka yang membutuhkan.
Dalam acara yang berlangsung pada Sabtu (29/11) lalu, pihak RS Karunia Kasih dan PLN ES menyerahkan bantuan berupa paket pangan bergizi, suplemen nutrisi, serta alat pendukung kesehatan untuk pencegahan stunting.
“Ini merupakan wujud sinergi yang telah terjalin kuat dengan berbagai pihak. RS Karunia Kasih bertekad untuk terus berperan aktif dalam upaya penurunan angka stunting di Kota Bekasi,” ujar dr. Keithy dalam keterangannya.
Energi Kepedulian dari Srikandi PLN ES
Lebih lanjut, dr. Keithy mengapresiasi keterlibatan PLN ES dalam isu kesehatan masyarakat. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa tanggung jawab mengatasi masalah gizi buruk dan stunting adalah tugas multipihak (pentahelix), bukan hanya pemerintah semata.
“Melalui Gerakan Srikandi Care, ini membuktikan bahwa peran Srikandi PLN ES tidak hanya bertugas menghadirkan energi listrik untuk menerangi negeri, tetapi juga menghadirkan energi kepedulian dan kemanusiaan bagi masyarakat luas,” tambahnya.
Sasaran Program: Ibu Hamil Risiko Tinggi dan Balita
Program ini diharapkan dapat meningkatkan literasi dan kapasitas masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga. Fokus utama intervensi ini tidak hanya pada balita, tetapi juga menyasar Ibu hamil dengan risiko tinggi (risti) untuk mencegah potensi stunting sejak dalam kandungan (1000 Hari Pertama Kehidupan).
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat jejaring layanan kesehatan dasar di wilayah Kecamatan Pondokgede agar penanganan kasus stunting dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Dukungan Penuh Pemerintah Kota Bekasi
Kegiatan sosial ini mendapat sambutan positif dari jajaran Pemerintah Kota Bekasi. Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Nurjamil, SKM, M.Epid, yang memberikan apresiasi atas kontribusi sektor swasta dalam bidang kesehatan.
Turut hadir pula Camat Pondokgede, Zainal Abidin; Lurah Jatiwaringin, Haririh S.IP; serta para Kepala UPTD Puskesmas se-Kecamatan Pondokgede yang meliputi Puskesmas Pondokgede, Jatibening, Jatibening Baru, Jatiwarna, Jatirahayu, Jatimakmur, dan Jatikramat.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan generasi emas Bekasi yang sehat dan bebas stunting.
Ingin mendapatkan informasi lebih lanjut seputar layanan kesehatan keluarga? Kunjungi website resmi RS Karunia Kasih atau hubungi layanan pelanggan kami.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





































