Lakukan Pelecehan Seksual di Cafe Koma Junkyard Bekasi, Bule asal Belanda Dipolisikan

- Jurnalis

Selasa, 27 Februari 2024 - 04:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tempat Kejadian Perkara yang hingga kini belum diberi

Tempat Kejadian Perkara yang hingga kini belum diberi "police line" oleh Polres Metro Bekasi Kota.

KOTA BEKASI – Seorang wanita muda, sebut saja Sarinah (23) mengalami aksi pencabulan oleh pelaku yang diduga seorang Warga Negara Asing asal Belanda bernama Rudolf Jhon saat sedang nongkrong di salah satu Cafe di Cafe Koma Junkyard, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Minggu (25/02/2024) dini hari.Adapun, aksi pencabulan yang dilakukan pelaku ialah memegang payudara korban tanpa alasan pada saat di lokasi kejadian.[irp posts=”9075″ ]Saat kejadian berlangsung sekira pukul 03.00 WIB, kata Sarinah, ia bersama empat rekannya terdiri dari satu orang perempuan dan tiga orang laki-laki. Lalu korban mengalami aksi pencabulan oleh pelaku berinisial RJ saat korban menghampiri rekan lelakinya.
“Jadi pada Minggu 25 Februari kurang lebih pukul 03.00 WIB Pagi, Ketiga teman saya yang laki-laki ini sedang berbincang, kebetulan berbincangnya di belakang meja si pelaku. Sesaat saya hendak menghampiri teman saya, saya lewat dari samping meja pelaku, pelaku yang tengah duduk, langsung memegang payudara saya,” ucap Sarinah saat dikonfirmasi rakyatbekasi.com melalui sambungan telepon, Senin (26/02/2024) sore.
Saat pelaku memegang payudara sebelah kanannya, sontak Sarinah berteriak dan langsung menampar wajah pelaku.
“Cepet banget kejadiannya, saya lewat langsung dipegang (oleh pelaku). Saya langsung menampar wajah si pelaku, pelaku diem aja dan sempat terjadi cekcok,” terang Sarinah.
[irp posts=”8510″ ]Atas kejadian itu, lanjut Sarinah, ketiga rekan lelakinya langsung mencoba menghampiri pelaku untuk membela dan mempertanyakan ulah cabul pelaku.Akan tetapi, pelaku secara cepat langsung diamankan oleh pihak Cafe ke arah kamar mandi. Terlebih, saat kejadian berlangsung tidak ada petugas keamanan yang berjaga di lokasi.
“Pas disamperin, cek cok dlu, karena pas kejadian itu spontan saya teriak pas dipegang. Temen-temen saya otomatis langsung dong membela saya. Cek-Cok, kita mau ngomong baik baik, tapi si pelaku langsung digiring ke arah kamar mandi untuk diamankan,” urai Sarinah sedih.
[irp posts=”8526″ ]Selepas pelaku diamankan ke arah kamar mandi, kata dia, baik pengunjung dan manajemen cafe justru malah membela pelaku tanpa memperdulikan aksi pencabulan yang diterimanya.
“Pelaku nongkrong sendiri dari awal saya datang, perkiraan usia 40 tahun lebih,” ungkapnya.
Setelah itu, ketiga rekan lelakinya tanpa disadarinya, lanjut dia, sudah dalam keadaan babak belur ketika berupaya meminta penjelasan untuk kejadiannya diterimanya.
“Temen saya luka satu orang, sedangkan dua lainnya mengalami luka memar. Saya kurang tahu mendetail, soalnya pas kejadian itu bener-bener rame banget. Saya juga sempat jatuh terguling pas saya langsung ditekan, dan salah satu teman saya udah terkapar di parkiran,” paparnya.
[irp posts=”8498″ ]Tak terima diperlakukan cabul, Sarinah mengaku dirinya sudah membuat laporan polisi ke Polres Metro Bekasi Kota dan melakukan visum ke RSUD Kota Bekasi untuk melakukan pemeriksaan forensik atas hal aksi pencabulan dengan LP bernomor: LP/B/417/II/2024/SPKT.SATRESKRIM Polres Metro Bekasi Kota/Polda Metro Jaya atas aksi pencabulan.RakyatBekasi.com telah mencoba menghubungi Kasi Humas Polres Metro Bekasi AKBP Erna Ruswing Andari melalui pesan singkat. Tetapi hingga artikel ini ditayangkan, masih belum merespon.Sebelumnya diberitakan, Aksi brutal pengeroyokan terhadap Ketua Umum DPC GMNI Bekasi, Christianto Manurung berujung kepolisian. Salah satu pelaku diduga seorang Warga Negara Asing asal Belanda bernama Rudolf Jhon.[irp posts=”9065″ ]Peristiwa yang mengakibatkan luka parah pada bagian kepala Christianto, terjadi di Koma Junkyard, Jl. Bambu Runcing No.20, RT.004/RW.007, Bekasi Jaya, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi, Minggu (25/2/2024) sekira pukul 01.00 dini hari.Christianto menjelaskan, keributan terjadi akibat dugaan tindakan pelecehan seksual Rudolf Jhon kepada salah seorang teman wanitanya. Menurut Christianto, tindakan WNA yang memegang bagian payudara di muka umum adalah pelecehan yang memalukan.

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Vidya Abimata Gelar Kelas Pendidikan Inklusif bagi Anak Putus Sekolah di Bekasi Utara
Masjid Agung Al Barkah Gelar Zikir Nisfu Syaban dan Isra Mi’raj Bersama Wali Kota Bekasi
Dinkes Kota Bekasi Pastikan 82 SPPG Penuhi Standar Laik Higienis
Dishub Terapkan Contraflow Urai Kemacetan di Bundaran Summarecon Bekasi
Pengembang CBD Kranggan Mulai Perbaiki Jalan Longsor di Jatisampurna
Disdagperin Pantau Ketat Harga Sembako di Pasar Tradisional Kota Bekasi
Gelar PERSAMI, YPI Assahaqiyah Pondokmelati Bentuk Karakter Mandiri Siswa
Pemkot Bekasi Siapkan Rp500 Miliar untuk Pembebasan Lahan PLTSa Sumurbatu

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 20:56 WIB

Vidya Abimata Gelar Kelas Pendidikan Inklusif bagi Anak Putus Sekolah di Bekasi Utara

Senin, 2 Februari 2026 - 15:09 WIB

Masjid Agung Al Barkah Gelar Zikir Nisfu Syaban dan Isra Mi’raj Bersama Wali Kota Bekasi

Senin, 2 Februari 2026 - 14:42 WIB

Dinkes Kota Bekasi Pastikan 82 SPPG Penuhi Standar Laik Higienis

Senin, 2 Februari 2026 - 13:18 WIB

Dishub Terapkan Contraflow Urai Kemacetan di Bundaran Summarecon Bekasi

Senin, 2 Februari 2026 - 11:49 WIB

Disdagperin Pantau Ketat Harga Sembako di Pasar Tradisional Kota Bekasi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca