Pemkot Bekasi Lakukan Efisiensi Besar-Besaran, Imbas Pemangkasan TKD Rp153 Miliar

- Jurnalis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Wali Kota Bekasi.

Kantor Wali Kota Bekasi.

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bersiap melakukan efisiensi besar-besaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.

Langkah ini diambil sebagai respons atas pemangkasan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang mencapai Rp153 Miliar.

Kebijakan “mengencangkan ikat pinggang” ini akan menyasar sejumlah pos belanja perangkat daerah yang dinilai tidak menjadi prioritas utama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tujuannya adalah untuk menjaga keseimbangan fiskal daerah dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah penyesuaian anggaran.

Kebijakan Efisiensi Berdasarkan Surat Kemenkeu

​Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyatakan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI Nomor S-62/PK/2025 tentang Penyampaian Rancangan Alokasi TKD Tahun Anggaran 2026.

​”Pemerintah Kota Bekasi melakukan langkah penyesuaian terhadap belanja daerah sebagai upaya menjaga keseimbangan fiskal. Berdasarkan hasil evaluasi, dilakukan penyesuaian total belanja sebesar Rp153 Miliar,” ucap Tri Adhianto melalui keterangan resminya, Selasa (07/10/2025).

​Menurutnya, efisiensi ini adalah bentuk komitmen Pemkot Bekasi dalam mengelola keuangan daerah secara efektif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Pos Anggaran yang Dipangkas

​Pemkot Bekasi akan melakukan pembatasan secara selektif pada beberapa jenis belanja di seluruh perangkat daerah. Pos-pos anggaran yang menjadi target utama efisiensi antara lain:

  • ​Belanja perjalanan dinas;
  • ​Belanja makanan dan minuman rapat;
  • ​Belanja cetak dan penggandaan;
  • ​Belanja alat tulis kantor (ATK);
  • ​Belanja jasa penyelenggara acara (event organizer);
  • ​Belanja jasa konsultansi;
  • ​Belanja pemeliharaan yang tidak mendesak; serta
  • ​Belanja modal untuk peralatan dan mesin.

Belanja Prioritas dan Pelayanan Publik Diamankan

Meskipun melakukan pemotongan signifikan, Tri Adhianto menegaskan bahwa tidak semua belanja akan dikurangi .Anggaran yang bersifat wajib, mengikat, dan esensial bagi pelayanan publik akan tetap diamankan.

​”Pengurangan belanja tidak dilakukan pada dana yang telah ditentukan penggunaannya (earmarked), serta belanja wajib seperti belanja pegawai, belanja utilitas (telepon, air, listrik, internet), belanja kemasyarakatan, dan kegiatan pelayanan dasar,” jelasnya.

Strategi Ganda: Efisiensi dan Optimalisasi Pendapatan

​Selain memotong belanja, Pemkot Bekasi juga menjalankan strategi kedua, yaitu mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah.

Menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Wali Kota menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan BUMD terkait untuk menggali potensi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun, ia menekankan bahwa langkah ini tidak akan membebani masyarakat.

​”Peningkatan PAD dilakukan dengan mengintensifkan ruang-ruang pendapatan yang sudah ada. Kurangi betul tingkat kebocoran, dan lihat betul apa yang menjadi kewajiban-kewajiban yang belum diselesaikan oleh Wajib Pajak,” tegas Tri.

Rincian Pemotongan TKD dari Pusat

​Sementara itu Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Yudianto, menambahkan bahwa pemotongan TKD dari pusat akan lebih menyasar pada Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH).

​Kebijakan pemangkasan TKD ini merupakan bagian dari efisiensi APBN yang diamanatkan melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, yang berlaku secara nasional dan berdampak pada seluruh pemerintah daerah di Indonesia.

​Langkah efisiensi ini diambil di tengah proses finalisasi APBD Perubahan 2025 yang baru saja disahkan dan kini menunggu evaluasi dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Imbas Maut TPST Bantargebang, Pemkot Bekasi Kaji Risiko Longsor TPA Sumurbatu, Panik?
TPU Perwira Tersisa 3.000 M², Pemkot Bekasi Siapkan 30 Hektar Lahan Makam Baru di Bantargebang
Awas Cuaca Ekstrem! Ini Strategi Jitu Wali Kota Bekasi Hadapi Ancaman ‘Godzilla El Nino’ 2026
Bekasi Darurat Sampah? Wali Kota Tri Adhianto Mendadak Nyapu dan Tanam Pohon
Kucurkan Rp700 M, Bank BJB Janji Berantas Rumah Kumuh di Jawa Barat dan Bekasi!
Kreator Video Terancam Bui, Gekrafs Kota Bekasi Lawan Balik!
Pelayanan Publik Kota Bekasi Tembus 6 Besar Nasional, Tri Adhianto Bilang Begini
Dana Transfer Dipangkas Rp234 Miliar, Begini Strategi Darurat Pemkot Bekasi Selamatkan APBD 2026

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:43 WIB

Imbas Maut TPST Bantargebang, Pemkot Bekasi Kaji Risiko Longsor TPA Sumurbatu, Panik?

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:00 WIB

TPU Perwira Tersisa 3.000 M², Pemkot Bekasi Siapkan 30 Hektar Lahan Makam Baru di Bantargebang

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:33 WIB

Awas Cuaca Ekstrem! Ini Strategi Jitu Wali Kota Bekasi Hadapi Ancaman ‘Godzilla El Nino’ 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 01:19 WIB

Kucurkan Rp700 M, Bank BJB Janji Berantas Rumah Kumuh di Jawa Barat dan Bekasi!

Senin, 30 Maret 2026 - 22:24 WIB

Kreator Video Terancam Bui, Gekrafs Kota Bekasi Lawan Balik!

Berita Terbaru

Mas Tri bersama ratusan pencinta sepeda ontel gowes bareng dari Bundaran Summarecon Bekasi hingga ke Lapangan Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Sabtu (09/06/2024).

Parlementaria

Jangan Cuma Kasih Wacana! Wali Kota Bekasi Ditantang Bike to Work

Selasa, 31 Mar 2026 - 13:06 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca