Poin Utama:
- Intervensi Pusat: Presiden Prabowo mengerahkan TNI-Polri, BNPB, dan Basarnas untuk rehabilitasi bencana di Taput dan Tapteng.
- Krisis Energi: Bobby Nasution didesak segera kembali ke Medan untuk mengatasi kelangkaan BBM yang menyebabkan antrean panjang di berbagai kabupaten/kota.
- Janji TPL: Publik menagih realisasi janji pengiriman surat usulan penutupan Toba Pulp Lestari (TPL).
MEDAN – Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dan Tapanuli Tengah (Tapteng) dinilai bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan respons cepat atas ketidaksigapan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dalam menanggulangi dampak bencana alam banjir dan longsor di wilayah tersebut.
Seiring dengan pengambilalihan penanganan bencana oleh pemerintah pusat, desakan muncul agar Bobby Nasution tidak berlama-lama di lokasi bencana hanya untuk pencitraan, melainkan segera kembali ke Medan untuk menyelesaikan masalah krusial lainnya, yakni kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Penanganan Bencana Diambil Alih Pemerintah Pusat?
Langkah Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan akan mengerahkan seluruh kekuatan nasional untuk membuka isolasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana menjadi bukti nyata intervensi pusat.
Pengerahan instansi vital seperti TNI, Polri, BNPB, Basarnas, hingga Kementerian/Lembaga terkait menunjukkan bahwa kendali operasional penanganan bencana kini berada di tangan pemerintah pusat.
Meskipun status bencana di Sumatera Utara tidak ditetapkan sebagai Keadaan Darurat Bencana Nasional, kehadiran langsung Presiden dan pengerahan Balai Besar Jalan serta Balai Besar Sungai Kementerian PU menegaskan bahwa aktivitas lapangan telah tertangani secara penuh.
Oleh karena itu, keberadaan Bobby Nasution di lokasi dinilai tidak lagi mendesak, apalagi jika hanya melakukan aksi seremonial seperti melempar bantuan dari helikopter.
Apa Masalah Krusial yang Harus Segera Diselesaikan Bobby Nasution?
Publik menilai Bobby Nasution sebaiknya fokus bekerja sesuai kapasitasnya dengan segera kembali ke Medan.
Hal ini dikarenakan terjadi kelangkaan BBM yang merata di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
Antrean panjang kendaraan bermotor terpantau terjadi di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah.
Bobby diminta untuk memastikan ketersediaan pasokan energi dan menjamin kelancaran distribusinya, alih-alih melakukan aksi yang dianggap gimik di lokasi bencana yang sudah ditangani oleh para ahli dari BNPB dan kementerian terkait.
Rakyat membutuhkan solusi nyata atas kesulitan mobilitas akibat langkanya bahan bakar, bukan sekadar aksi memikul beras seperti yang pernah dilakukan Menko Pangan, Zulkifli Hasan.
Bagaimana Kelanjutan Tuntutan Penutupan TPL?
Selain persoalan energi, Bobby Nasution juga diingatkan kembali akan janjinya kepada warga yang menuntut penutupan Toba Pulp Lestari (TPL).
Hingga saat ini, janji untuk mengirimkan surat usulan penutupan TPL kepada pemerintah pusat belum terealisasi.
Menuntaskan masalah kelangkaan BBM dan memenuhi janji administrasi terkait TPL dinilai jauh lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat luas, dibandingkan menetap di lokasi bencana tanpa memberikan dampak percepatan penanganan yang signifikan.
Jika benar-benar peduli, kehadiran di tengah pengungsi seharusnya dilakukan sejak hari pertama atau kedua banjir, bukan menunggu kedatangan Presiden.
Data Pendukung:
- Fokus Penanganan Pusat: Pembukaan isolasi wilayah, rehabilitasi infrastruktur, dan rekonstruksi bangunan.
- Unsur Terlibat: TNI, Polri, BNPB, Basarnas, Kementerian PU (Balai Besar Jalan & Sungai).
- Isu Mendesak: Kelangkaan stok BBM di SPBU lintas Kabupaten/Kota dan administrasi penutupan TPL.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















