Menko AHY Tegaskan Pentingnya Sertifikasi Halal dalam Program Makanan Bergizi Gratis

- Jurnalis

Selasa, 1 Juli 2025 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan, dan Kepala BGN Dadan Hindayana saat meninjau dan meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Garuda Biru Indonesia, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (30/06/2025). (Foto: BPJPH)

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan, dan Kepala BGN Dadan Hindayana saat meninjau dan meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Garuda Biru Indonesia, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (30/06/2025). (Foto: BPJPH)

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan bahwa sertifikasi halal merupakan komponen esensial dalam memastikan jaminan mutu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan pemerintah.

Dalam kunjungannya ke Kota Bekasi, AHY menegaskan bahwa kehadiran sertifikasi halal bukan hanya persoalan aspek agama, tetapi menjadi indikator keamanan pangan, kesehatan, dan kualitas gizi, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus.

“Sertifikasi halal ini menjadi elemen yang esensial sebagai bentuk kepastian—aman, sehat, dan bergizi untuk masyarakat, khususnya anak-anak kita agar menjadi cerdas, sehat, dan memiliki daya saing di masa depan,” ujar Menko AHY dalam keterangannya bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di Jakarta, Selasa (01/07/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Halal sebagai Pilar Utama Pemenuhan Gizi Nasional

Senada dengan AHY, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menegaskan bahwa jaminan produk halal merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjalankan program pemenuhan gizi secara menyeluruh dan bermartabat.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, nomenklatur halal telah hadir dalam setiap kebijakan, termasuk di dapur-dapur makanan bergizi gratis. Ini bukan hanya simbol, tetapi komitmen nyata terhadap mutu dan kebaikan,” tutur Haikal.

Ia menambahkan, setiap dapur MBG yang dibangun diwajibkan menggunakan bahan baku bersertifikat halal serta mengikuti proses produksi sesuai standar halal nasional.

“Saya selaku Kepala BPJPH mengapresiasi langkah Yayasan Garuda Biru Indonesia yang memastikan seluruh bahan dan prosesnya sesuai prinsip halal,” tambahnya.

Komitmen Penguatan Infrastruktur Dapur Bergizi

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan optimismenya terhadap perluasan jaringan dapur bergizi yang didesain untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat bawah, terutama anak-anak sekolah.

“Kami terus membangun dan memperluas akses dapur makanan bergizi agar semakin menjangkau pelosok dan lebih terjangkau bagi masyarakat,” ujar Dadan.

Sebagai wujud konkret dari komitmen tersebut, pada Senin (30/06/2025), ketiga pejabat tersebut meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Garuda Biru Indonesia yang berlokasi di Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Fasilitas ini menjadi bagian dari jaringan dapur MBG yang berperan menyiapkan menu bergizi secara konsisten untuk masyarakat sekitar.

Usai acara peresmian, rombongan melakukan peninjauan langsung ke area dapur—mulai dari penyimpanan bahan makanan, dapur pengolahan, hingga area penyajian makanan bergizi.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek layanan dapur telah memenuhi standar kebersihan, kualitas gizi, serta sertifikasi halal yang diwajibkan.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PSEL Bekasi Mulai Konstruksi Maret 2026, Danantara Umumkan Pemenang Tender Februari
Kejaksaan Agung RI Selamatkan Rp24,7 Triliun Uang Negara Sepanjang Tahun 2025
Menkeu Purbaya Pastikan TKD Bencana Sumatera Utuh Senilai Rp10,6 Triliun
Sekjend PB IKA PMII Tekankan Peran Strategis Alumni di Kota Bekasi
OJK Beberkan Pemicu Utama Kebangkrutan BPR dan BPRS
Pasien Suspek Superflu Meninggal di RSHS Bandung, Kemenkes Kecolongan
BNPB Rilis Data 1.177 Korban Meninggal Akibat Bencana di Sumatera
Said Iqbal Soroti Upah Buruh Jakarta Kalah dari Bekasi

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 15:03 WIB

PSEL Bekasi Mulai Konstruksi Maret 2026, Danantara Umumkan Pemenang Tender Februari

Rabu, 21 Januari 2026 - 04:44 WIB

Kejaksaan Agung RI Selamatkan Rp24,7 Triliun Uang Negara Sepanjang Tahun 2025

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:16 WIB

Menkeu Purbaya Pastikan TKD Bencana Sumatera Utuh Senilai Rp10,6 Triliun

Jumat, 9 Januari 2026 - 20:24 WIB

Sekjend PB IKA PMII Tekankan Peran Strategis Alumni di Kota Bekasi

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:29 WIB

OJK Beberkan Pemicu Utama Kebangkrutan BPR dan BPRS

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca